Mari bersama Intan Pariwara Mencerdaskan Bangsa

DI BELANDA TAK SEORANG PUN MEMPERCAYAI SAYA:KORBAN METODE WESTERLING DI SULAWESI SELATAN 1946-1947 (CU 2)

Brand / Penerbit : -

* Bebas Pajak

DPP PPh: Rp90.000

DPP Nilai Lain: Rp0

PPN 12%: Rp0

Tidak Ber-PPn Standar Berongkir Dalam Negeri Non-Prakatalog Produk Barang


Kuantitas
(30 Tersedia)

Info Produk

SKU
: SKUDEFAULT-0014646
Kategori
: Uncategorized > Buku Umum
Merek/Penerbit
:
Kondisi
: Baru
Garansi
:
Dimensi (P x L x T)
: 21.00 cm x 14.00 cm x 2.00 cm = 588.00 cm3
Dimensi Packing
: 22.00 cm x 15.00 cm x 3.00 cm = 990.00 cm3
Berat
: 350 gram
Berat Packing
: 385 gram
Cetakan
:
SK
:
Tanggal SK
:
UMKM
: NON UMKM
Buatan
: Dalam Negeri
KBKI
:
Waktu & Cara Pengiriman
: Reguler / Jaladara
Jaminan Pengiriman
: -
Status Ketersediaan
: Ready Stock
Tag PPN
: Buku pelajaran umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat umum, kitab suci, dan buku pelajaran agama dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat

Deskripsi

Pada bulan Juli 1946 Piet Hidskes mendaftarkan diri sebagai sukarelawan pada Depot Speciale Troopen (DST, Depot Pasukan Khusus), korps elite dari Koninklijke Nederlansch-Indisch Leger (Pasukan Hindia-Belanda) di bawah komando Kapten Westerlingyang menerima carte blanche untuk menumpas pemberontakan di Indonesia dan melakukan aksi-aksi pembersihan. Setelah mengikti pelatihan selama enam bulan, Hidskes ditempatkan di Sulawesi Selatan. Dia kemudian terlibat dalam ‘Peristiwa Sulawesi Selatan’. Hidskes tidak menceritakan kepada siapapun apa yang terjadi di sana. Siapa yang akan mempercayainya?

Ketika dia meninggal dunia pada tahun 1992, cerita itu dia bawa masuk ke liang lahat. Kenapa dia selama lima puluh tahun membungkam diri tentang semua pengalamannya di Sulawesi Selatan? Sejauhmana keterlibatannya dalam pelaksanaan aksi-aksi pasukan Westerling dilakukannya dengan sukarela?

Anaknya, Maarten Hidskes, memutuskan untuk menyelidiki peran ayahnya di Sulawesi sampai mendasar. Dia mendapatkan kepercayaan dari beberapa mantan tentara komando dari regu pasukan ayahnya, menganalisis surat-surat yang dikirim ayahnya dari Hindia, dan mempelajari laporan-laporan intelijen tentang teror di Sulawesi. Dengan cara yang mengharukan, Maarten berhasil menyusun rekonstruksi masa lalu perang dari ayahnya.



‘Buku ini dapat memberikan kesadaran bahwa perang tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan pertentangan. Yang dibutuhkan ialah kemauan untuk berdialog.’

―Anhar Gonggong, Ilmuwan Sejarah

PUSTAKA OBOR INDONESIA

Alamat

Jalan Plaju No.10. Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kebon Melati, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Prov. D.K.I. Jakarta

Rating Toko
PKP Kecil